Rabu, 08 September 2010

17 Pengetahuan Wajib Tentang Ramadhan

Saudaraku, inilah 17 hal tentang Ramadhan yang sangat penting diketahui:

1. Puasa, Tangga Menuju Surga
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibakan kepada umat-umat sebelum kamu agar kamu menjadi orang yang bertaqwa” (QS Al Baqarah:183).

“Sesungguhnya orang yang bertaqwa ditempatkan dalam surga yang mengalir sungai-sungai” (QS Al Hijr:45)

2. Ibadah yang Tidak Dapat Ditinggalkan

“Barangsiapa berbuka (dengan sengaja) satu hari pada siang hari bulan Ramadhan tanpa rukhsah atau sakit, maka tidak akan dapat menggantinya walaupun berpuasa sampai akhir hayatnya” (HR Bukhari, Ahmad, Turmudzi dll).

3. Sesuatu yang Baik Bagi Manusia
“Dan berpuasa baik untukmu, jika kamu mengetahuinya” (QS Al Baqarah:184).

4. Ibadah Agung, Sebagai Benteng
Rasul bersabda, Allah berfirman “Seluruh amal anak adam untuknya, kecuali puasa, sebab puasa adalah untuk-Ku, dan Aku pasti menjaminnya. Puasa adalah merupakan benteng, maka ketika seorang tengah melakukan puasa janganlah berbuat keji dan kerusuhan; apabila ada yang mencaci maki kepadanya atau mengajak bertengkar, katakanlah “Aku tengah berpuasa”. Demi Allah yang Muhammad ditangan-Nya, bau mulut orang yang berpuasa lebih harum dari kesturi di sisi Allah; dan baginya dua kegembiraan, yaitu ketika berbuka dan ketika berjumpa dengan Tuhannya, memperoleh balasannya” (HR Bukhari, Muslim).

5. Pintu Surga Terbuka, Pintu Neraka Tertutup, Setan Dibelenggu
“Ketika bulan Ramadhan tiba, maka dibukalah pintu-pintu surga, pintu-pintu neraka ditutup, dan syetan di belenggu “(HR Bukhari, Muslim).

6. Ampunan
“Barang siapa berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan berharap kepada Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (HR Bukhari, Muslim).

7. Dijauhkan dari Neraka
“Tiada orang berpuasa sehari pada jalan Allah, kecuali Allah menjauhkan wajahnya dari sengatan api neraka sejauh 70 tahun” (HR Bukhari, Muslim).

8. Doa Mustajabah
“Telah datang kepadamu bulan Ramadhan dimana Allah melimpahkan keberkahan menurunkan rahmat dan mengampuni dosa dosamu, menerima doa doamu…” (HR Thabrani).

“Tiga jenis orang yang doa mereka tiada ditolak adalah, doa orang berpuasa sampai ia berbuka, doa pemimpin yang adil, dan doa orang yang didzalimi… “ (HR Ahmad).

9. Pelipatgandaan Pahala
“Barangsiapa yang ingin mendekatkan diri di bulan ini kepada Allah dengan suatu amalan sunnah, maka pahalanya bagaikan melakukan amalan fardhu di bulan lainnya; dan barangsiapa melakukan amalan fardhu di bulan ini, maka pahalanya adalah 70 amalan fardhu di bulan lainnya” (HR Ibnu Khuzaimah dalam shahihnya).

10. Jangan Tinggalkan Shalat Tarawih dan Ibadah Malam Lainnya
“Barangsiapa yang menegakkan (ibadah) malam di bulan Ramadhan karena iman dan berharap kepada Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (HR Bukhari, Muslim).

11. Perbanyak Shadaqah & Tadarus
Dari Ibnu Abbas, “Rasul adalah manusia yang paling bermurah hati, terutama dalam bulan Ramadhan, … dan beliau tadarus Al Quran” (HR Bukhari, Muslim).

12. Perbanyak Memberi
“Barangsiapa memberi makan kepada orang yang berpuasa, maka pahalanya baginya seperti yang berpuasa, tanpa mengurangi pahala yang berpuasa sedikitpun” (HR Turmudzi).

13. Perbanyak 4 Perkara
“Perbanyaklah di bulan ini 4 perkara. Dua perkara dapat mendatangkan keridhaan Tuhanmu, dua perkara lainnya pasti kamu memerlukannya. Dua perkara yang dapat mendatangkan keridhaan Allah adalah hendaknya kalian membaca kalimat Thayibah dan istighfar sebanyak banyaknya. Dan dua perkara yang kamu memerlukannya yaitu hendaknya kamu memohon kepada-Nya untuk masuk surga dan berlindung dari api neraka Jahannam” (HR Ibnu Khuzaimah).

14. Itikaf 10 Hari Terakhir
Adalah Rasulullah SAW itikaf pada 10 malam terakhir. Sabdanya “Carilah lailatul qadar pada 10 malam terakhir Ramadhan” (HR Bukhari, Muslim).

15. Fadilah Itikaf
“Barangsiapa beritikaf penuh keyakinan dan keikhlasan, pasti Allah ampuni dosa-dosanya terdahulu” (HR Bukhari, Muslim).

“Barangsiapa yang beritikaf satu hari karena mengharapkan ridha Allah, maka Allah swt akan menjauhkan antara dia dengan nereka sejauh tiga parit, yang jarak antara satu paritnya lebih jauh daripada langit dan bumi” (HR Thabrani, Baihaqi, Hakim).

16. Berusaha Menggapai Lailatul Qadar
“Malam kemuliaan itu (lailatul qadar) lebih baik dari 1000 bulan” (QS Alqadar:3).

17. Amalan Terbaik di Malam Laialtul Qadar
Dari Aisyah, “Ya Rasul apa yang harus dilakukan jika aku menepati malam lailatul qadar, dan apa yang harus kubaca?. Jawab Rasul: ”Ucapkanlah olehmu kalimat : Allaahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu anni (Ya Allah, Engkau Maha pengampun dan suka mengampuni, maka ampunilah aku)” (HR Turmudzi).

Semoga pengetahun tentang Ramadhan ini dapat memotivasi untuk menjadikan puasa kita kali ini lebih baik. ***

Kamis, 19 Agustus 2010

Seorang muslim yang taat dalam mengarungi samudra kehidupannya, sangat memerlukan tawakkal sebagai dayung untuk mengatur bahtera kehidupannya, khususnya dalam perkara "rezeki".

Pemikiran dan hati umat manusia telah disibukkan dengan permasalahan yang satu ini, sehingga seringkali membuat badan menjadi letih, terpuruk dalam khayal dan angan angan, lembur di malam hari dan keletihan di siang hari.

Bahkan ada yang mengorbankan seluruh tenaga dan kehormatannya hanya untuk mendapatkan "sesuap nasi".

Itu semua karena ia memiliki obsesi bahwa rezeki itu berada di tangan seorang makhluk seperti dirinya, bila ia berkehendak ia dapat memberikan dan apabila ia berkehendak ia bisa mencegahnya pula.

Kehidupannya, anak dan istrinya berada di tangannya, dan menurut kaca mata atau pandangan peribadinya dia lah penentu dalam kehidupan dan kematian sebagaimana yang telah dikatakan oleh raja"Namrud" dalam berargumentasi menghadapi Kholilullah Nabi Ibrahim a.s. seperti yang telah diceritakan dalam Al Qur'an.

Di dalam Al Qur'an ada sembilan ayat yang menunjukkan perintah Allah kepada Rasulullah SAW untuk bertawakkal, empat di antaranya diturunkan di Mekah yaitu:

"Dan kepunyaan Allah-lah apa yang ghaib di langit dan di bumi, dan kepada-Nya-lah dikembalikan urusan-urusan semuanya, maka sembahlah Dia, dan bertawakkal lah kepada-Nya...."(QS. Huud: 123)

" Dan bertawakkal lah kepada Allah Yang Hidup (Kekal) Yang tidak mati, dan bertasbih lah dengan memuji-Nya." (QS. Al Furqan: 58)

"Dan bertawakkal lah kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang." (QS. Asy Syu'araa: 17)

"Sebab itu bertawakkal lah kepada Allah, sesungguhnya kamu berada di atas kebenaran yangnyata." (QS. An Naml: 79)

Sedangkan lima yang lainditurunkan di Madinah, yaitu firman Allah:

"....Kemudian apabila kamu telah membualatkan tekad, maka bertawakkal lah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya." (QS. Ali Imran: 159)

" ...Allah menulissiasat yang mereka atur di malam hari itu, maka beroalinglah kamu dari mereka,dan bertawakkal lah kepada Allah, cukuplah Allah menjadi pelindung." (QS. AnNisaa' : 81)

" Dan jika merekacondong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakkal lah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. "(QS. Al Anfaal : 61)

"Dan bertawakkal lah kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Pemelihara." (QS. Al Ahzab: 3)

"Dan janganlah kamu menuruti orang-orang yang kafir dan orang-orang munafik itu, janganlah kamu hiraukan gangguan mereka dan bertawakkal lah kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebgai pelindung." (QS. Al Ahzab: 48)

Dan juga ada ayat perintah tawakkal untuk Rasulullah SAW yang kesepuluh tetapi dengan sighah yang berbeda, yaitu firman Allah dalam surat Al Muzammil ayat 6.

Dan banyak ayat lain yang memerintahkan Rasulullah SAW untuk menyampaikan perintah tawakkal dari Allah SWT untuk seluruh umat manusia. Dan banyak perintah Allah kepada seluruh umat untuk bertawakkal kepada-Nya melalui lisan para rasul sebelum Nabi Muhammad SAW.

Sesuatu yang kita maklumi, bahwa segala perintah yang ditujukan (dikhitabkan) kepada Rasulullah sesungguhnya juga tertuju kepada seluruh mukallaf dari umat Muhammad Shallalahu 'alaihi wa Sallam.

Jadi perintah kepada Rasulullah SAW untuk bertawakkal juga adalah perintah untuk seluruh umat mukminin secara kaaffah.

Al Qur'an telah menegaskan kepada kita bahwa tawakkal merupakan akhlak seluruh rasul, mulai dari nabi Nuh 'alaihis-Salam hingga nabi Muhammad Shallalahu 'Alaihi Wa Sallama.

Salah satu fadhilah tawakkal yang ada dalam Al Qur'an, adalah firman Allah dalam surah Al Maidahayat 23 yang menunjukkan bahwa Allah telah menjadikan tawakkal sebagai syarat dari iman.

Manakala hilang tawakkal maka hilanglah iman itu.

Di bulan Ramadhan yang penuh barokah ini, dengan mengamalkan ajaran shaum yang benar, maka sesungguhnya kita dapat mengamalkan sikap tawakkal yang amat berguna di dalam hidup ini. Semoga ...

WallahuA'lam.



· · Bagikan

    Selasa, 11 Mei 2010

    Mendeteksi Kerusakan Komputer dari suara BIP

    Beberapa hal sebelum kita melakukan service atau pembanahan Personal Computer/PC sebaiknya kita mengerti kerusakan atau kejanggalan yang terjadi pada PC dengan mendeteksinya melalui suara yang dikeluarkan. diantara nya adalah...
    1 Kali suara BIP
    Kegagalan refresh DRAM. Sistem mempunyai masalah mengakses memori untuk merefreshnya.
    2 Kali
    Kegagalan rangkain parity. Pada data yang ditransmisikan dalam komputer, biasanya ditambahkan parity bit yang berfungsi untuk mendeteksi dan koreksi error. Pekerjaan ini dilakukan rangkaian parity yang terdapat dalam komputer. Hal ini kemungkinan disebabkan adanya masalah pada memori atau motherboard.
    3 Kali
    Kegagalan base memori 64K. Base memori 64K adalah 64 KB memori yang pertama pada RAM. Kegagalan ini bisa disebabkan slot memori yang dikelompokkan dalam modul yang memiliki chip rusak.
    4 Kali
    Kegagalan system timer. Kemungkinan terdapat kesalahan pada satu atau lebih timer yang digunakan untuk mengontrol fungsi-fungsi pada motherboard.
    5 Kali
    Kegagalan prosesor. Dapat disebabkan panas berlebih, atau karena prosesor tidak terpasang benar ke dalam socketnya.
    6 Kali
    Kegagalan keyboard controller/gate A20. Keyboard controller adalah chip pada motherboard yang mengedalikan keyboard Anda.
    7 Kali
    Kesalahan prosesor.
    8 Kali
    Kesalahan baca/tulis memory display.
    9 Kali
    Kerusakan BIOS.
    10 Kali
    Kesalahan CMOS.
    11 Kali
    Kerusakan cache memori.

    AWARD BIOS
    Award lebih menyukai pesan lewat monitor. Tapi ada saatnya video card tidak berfungsi dan pesan ditampilkan menggunakan kode bip tersebut. Oleh karena itu, kode bip pada BIOS tipe ini lebih sedikit. Kode bip pada BIOS ini juga seperti tanda morse, mengkombinasikan bip panjang dan pendek.
    1 bip panjang|
    Masalah pada memori. Kemungkinannya adalah memori tidak terpasang benar, atau juga chip memori rusak. Bisa juga berhubungan dengan kerusakan motherboard.
    1 bip panjang, 2 bip pendek|
    Kesalahan sistem video. BIOS tidak dapat mengakses sistem video untuk menuliskan pesan error ke layar. Ada beberapa kemungkinan, antara lain video card dipasang pada sistem yang sudah ada video card on-board, atau menggunakan IRQ yang sudah terpakai untuk video card tersebut sehingga terjadi konflik. Kemungkinan lain, video card tidak terpasang dengan baik.
    1 bip panjang, 3 bip pendek|
    Sama seperti di atas, ada kesalahan pada video. BIOS tidak dapat mengakses sistem video untuk menampilkan pesan kesalahan ke layar. Suara bip sambung menyambung
    Dapat disebabkan memori atau video card. Ada beberapa pedoman umum yang dapat digunakan untuk setiap BIOS. Pedoman umum ini hanya dapat digunakan untuk kesalahan yang terdeteksi sebelum dan saat Power On Self Test (POST). Kita sudah mengenal prosedur yang dilakukan komputer saat mulai dihidupkan, dan ini akan sangat membantu dalam mendiagnosa masalah yang ada. Pertama kali saat komputer dinyalakan, power supply akan mengirimkan daya ke semua komponen. Bila pada saat dinyalakan tidak ada reaksi apapun, maka periksalah power supply internal yang terletak pada komputer Anda. Untuk mengetesnya, kita bisa menggunakan LED (Light Emiting Diode) dan kemudian pasang pada POWER LED connector. Jika nyala, berarti power supply masih bagus. Kemudian, jika semua komponen sudah mendapat daya yang cukup, prosesor akan bekerja mencari intruksi. Ia akan mencari intruksi ini pada ROM BIOS. Untuk prosesor, kemungkinannya adalah panas yang berlebih akibat overclock atau posisi tidak sempurna. Untuk BIOS, kemungkinannya kecil bahwa letak chip BIOS tidak sempurna. Cek BIOS dapat dilakukan pada komputer lain. Beberapa virus sudah dapat merusak program BIOS. Jika POST mau berlanjut tapi tidak selesai, kemungkinan besar masalah ada pada motherboard. Untuk yang ini, ada beberapa langkah yang harus dilakukan :
    Jika PC tidak mau booting sama sekali, pastikan komponen minim sudah terpasang, yaitu prosesor, memori terisi dengan tepat, video card, dan sebuah drive, dan pastikan semua komponen ini terpasang dengan benar. Komponen yang tersolder tidak boleh ada
    yang hilang.
    Lepaskan komponen-komponen yang tidak wajib, seperti ekspansi card, periferal eksternal seperti printer, scanner dan lain-lain, karena pemasangan yang tidak benar dapat menyebabkan I/O error. Kemudian hidupkan sistem, dan coba pasang satu-persatu card tersebut untuk mengujinya.
    Cek ulang setting jumper pada motherboard. Pastikan tipe prosesor, bus speed, multiplier, dan jumper tegangan. Dan pastikan juga jumper BIOS berada pada posisi semestinya.
    Ubah setting BIOS ke setting default untuk memastikan masalah tidak terletak pada setting BIOS yang berlebihan. Contohnya dengan menurunkan read/write access time memori dan hard disk. Cek semua koneksi kabel pada motherboard sudah benar. Cek apakah ada komponen yang mengalami panas berlebih. Jika ada, ubah setting BIOS dan setting yang lebih rendah.

    Penanganannya
    Untuk kasus 1, 2, dan 3 kali bunyi bip, cobalah perbaiki posisi memori dahulu. Jika masih terjadi, ada kemungkinan memori rusak. Ganti dengan memori baru. Untuk 4, 5, 7 dan 10 kali bip, motherboard rusak dan harus diperbaiki atau diganti. Untuk 6 kali bip, coba perbaiki posisi chip keyboard controller. Jika masih ada error, gantilah chip keyboard tersebut. 8 kai bip menandakan memori error pada video adapter. Ganti video card. 9 kali bip menandakan kegagalan chip BIOS. Biasanya bukan disebabkan posisi kurang sempurna. 11 kali bip, ganti cache memori.

    Alamat : http://www.beningnet.com/index-old.php?option=com_content&task=view&id=17&Itemid=35
    Mendeteksi Kerusakan komputer dari suara bip
    Beberapa hal sebelum kita melakukan service atau pembenahan Personal Computer/PC sebaiknya kita mengerti kerusakan atau kejanggalan yang terjadi pada PC dengan mendeteksinya melalui suara yang dikeluarkan. diantara nya adalah...
    1 Kali suara BIP Kegagalan refresh DRAM. Sistem mempunyai masalah mengakses memori untuk merefreshnya.
    2 Kali Kegagalan rangkain parity. Pada data yang ditransmisikan dalam komputer, biasanya ditambahkan parity bit yang berfungsi untuk mendeteksi dan koreksi error. Pekerjaan ini dilakukan rangkaian parity yang terdapat dalam komputer. Hal ini kemungkinan disebabkan adanya masalah pada memori atau motherboard.
    3 Kali
    Kegagalan base memori 64K. Base memori 64K adalah 64 KB memori yang pertama pada RAM. Kegagalan ini bisa disebabkan slot memori yang dikelompokkan dalam modul yang memiliki chip rusak.
    4 Kali Kegagalan system timer. Kemungkinan terdapat kesalahan pada satu atau lebih timer yang digunakan untuk mengontrol fungsi-fungsi pada motherboard.
    5 Kali
    Kegagalan prosesor. Dapat disebabkan panas berlebih, atau karena prosesor tidak terpasang benar ke dalam socketnya.
    6 Kali
    Kegagalan keyboard controller/gate A20. Keyboard controller adalah chip pada motherboard yang mengedalikan keyboard Anda.
    7 Kali
    Kesalahan prosesor.
    8 Kali Kesalahan baca/tulis memory display.
    9 Kali Kerusakan BIOS.
    10 Kali
    Kesalahan CMOS.
    11 Kali Kerusakan cache memori.

    AWARD BIOS Award lebih menyukai pesan lewat monitor. Tapi ada saatnya video card tidak berfungsi dan pesan ditampilkan menggunakan kode bip tersebut. Oleh karena itu, kode bip pada BIOS tipe ini lebih sedikit. Kode bip pada BIOS ini juga seperti tanda morse, mengkombinasikan bip panjang dan pendek.
    1 bip panjang
    Masalah pada memori. Kemungkinannya adalah memori tidak terpasang benar, atau juga chip memori rusak. Bisa juga berhubungan dengan kerusakan motherboard.
    1 bip panjang, 2 bip pendek Kesalahan sistem video. BIOS tidak dapat mengakses sistem video untuk menuliskan pesan error ke layar. Ada beberapa kemungkinan, antara lain video card dipasang pada sistem yang sudah ada video card on-board, atau menggunakan IRQ yang sudah terpakai untuk video card tersebut sehingga terjadi konflik. Kemungkinan lain, video card tidak terpasang dengan baik.
    1 bip panjang, 3 bip pendek
    Sama seperti di atas, ada kesalahan pada video. BIOS tidak dapat mengakses sistem video untuk menampilkan pesan kesalahan ke layar.
    Suara bip sambung menyambung
    Dapat disebabkan memori atau video card. Ada beberapa pedoman umum yang dapat digunakan untuk setiap BIOS. Pedoman umum ini hanya dapat digunakan untuk kesalahan yang terdeteksi sebelum dan saat Power On Self Test (POST).
    Kita sudah mengenal prosedur yang dilakukan komputer saat mulai dihidupkan, dan ini akan sangat membantu dalam mendiagnosa masalah yang ada.

    Pertama kali saat komputer dinyalakan, power supply akan mengirimkan daya ke semua komponen. Bila pada saat dinyalakan tidak ada reaksi apapun, maka periksalah power supply internal yang terletak pada komputer Anda. Untuk mengetesnya, kita bisa menggunakan LED (Light Emiting Diode) dan kemudian pasang pada POWER LED connector. Jika nyala, berarti power supply masih bagus. Kemudian, jika semua komponen sudah mendapat daya yang cukup, prosesor akan bekerja mencari intruksi. Ia akan mencari intruksi ini pada ROM BIOS. Untuk prosesor, kemungkinannya adalah panas yang berlebih akibat overclock atau posisi tidak sempurna. Untuk BIOS, kemungkinannya kecil bahwa letak chip BIOS tidak sempurna. Cek BIOS dapat dilakukan pada komputer lain. Beberapa virus sudah dapat merusak program BIOS.
    Jika POST mau berlanjut tapi tidak selesai, kemungkinan besar masalah ada pada motherboard. Untuk yang ini, ada beberapa langkah yang harus dilakukan :
    Jika PC tidak mau booting sama sekali, pastikan komponen minim sudah terpasang, yaitu prosesor, memori terisi dengan tepat, video card, dan sebuah drive, dan pastikan semua komponen ini terpasang dengan benar. Komponen yang tersolder tidak boleh ada yang hilang. Lepaskan komponen-komponen yang tidak wajib, seperti ekspansi card, periferal eksternal seperti printer, scanner dan lain-lain, karena pemasangan yang tidak benar dapat menyebabkan I/O error. Kemudian hidupkan sistem, dan coba pasang satu-persatu card tersebut untuk mengujinya.
    Cek ulang setting jumper pada motherboard. Pastikan tipe prosesor, bus speed, multiplier, dan jumper tegangan. Dan pastikan juga jumper BIOS berada pada posisi semestinya. Ubah setting BIOS ke setting default untuk memastikan masalah tidak terletak pada setting BIOS yang berlebihan. Contohnya dengan menurunkan read/write access time memori dan hard disk. Cek semua koneksi kabel pada motherboard sudah benar. Cek apakah ada komponen yang mengalami panas berlebih. Jika ada, ubah setting BIOS dan setting yang lebih rendah.

    Penanganannya
    Untuk kasus 1, 2, dan 3 kali bunyi bip, cobalah perbaiki posisi memori dahulu. Jika masih terjadi, ada kemungkinan memori rusak. Ganti dengan memori baru.
    Untuk 4, 5, 7 dan 10 kali bip, motherboard rusak dan harus diperbaiki atau diganti.
    Untuk 6 kali bip, coba perbaiki posisi chip keyboard controller. Jika masih ada error, gantilah chip keyboard tersebut.
    8 kai bip menandakan memori error pada video adapter. Ganti video card.
    9 kali bip menandakan kegagalan chip BIOS. Biasanya bukan disebabkan posisi kurang sempurna.
    11 kali bip, ganti cache memori.


    Alamat : http://www.beningnet.com/index-old.php?option=com_content&task=view&id=17&Itemid=35

    Rabu, 30 Desember 2009

    Dialog Bermazhab

    Penulis : Ustaz Muhammad Husni Ginting

    Pada sa`at ini semakin banyak orang yang merasa mereka lebih hebat dibandingkan ulama ulama dahulu, mereka mencoba menebarkan slogan untuk tidak bermadzhab, tetapi mengambil hukum dari al-Qur`an dan Sunnah secara langsung, slogan ( semboyan = perkataan ) berhukum al-Qur`an dan hadits benar tetapi memiliki tujuan yang salah, dan akan menghasilkan kesalahan yang besar, adapun diantara dalil – dalil yang di ucapkan oleh mereka yang anti madzhab ialah :

    1 – Rasulullah tidak pernah menyuruh kita untuk bermadzhab bahkan menyuruh kita mengikuti sunnahnya.

    2 – al-Qur`an dan Sunnah sudah cukup menjadi dalil dan hukum sehingga tidak di perlukan lagi Madzhab-madzhab.

    3 – Madzhab-madzhab itu bid`ah karena tidak ada pada zaman Rasul.

    4 – Seluruh ulama Madzhab seperti Imam Syafi`i melarang orang-orang mengikuti mereka dalam hukum.

    5 – Bermadzhab dengan madzhab tertentu berarti telah menolak sunnah Nabi Muhammad SAW.

    6 – Pada Zaman sekarang sudah semestinya kita berijtihad karena dihadapan kita telah banyak kitab-kitab hadits, Fiqih, ulumul Hadits dan lain-lain, kesemuanya itu mudah didapati.

    7 – Para Ulama Madzhab adalah manusia biasa, bukan seorang nabi yang maksum dari kesalahan, semestinya kita berpegang kepada yang tidak maksum yaitu hadits-hadits Rasulullah.

    8 – Setiap hadits yang shahih wajib diamalkan, tidak boleh menyalahinya dengan mengikuti pendapat ulama madzhab.



    Ini sebahagian hujjah-hujjah mereka, kita akan jawab satu persatu insyaallah.


    Masalah pertama

    1 – Adapun Rasul tidak pernah menyuruh kita untuk bermadzhab, kalau saudara tahu maksud bermadzhab, maka maknanya tidak secara khusus Rasul menyuruh untuk bermadzhab, tetapi disana ada suruhan secara umum, suruhan umum tersebut terdapat didalam al-Qur`an dan Hadits Rasul , demikian juga disana tidak terdapat larangan tentang bermazhab dari Rasulullah, dengan demikian tidak boleh kita buang dalil umum yang menyuruh untuk bermadzhab, bahkan sebagian dalil dan hujjah-hujjah menjurus kepada kekhususan mengikuti ulama-ulama yang telah sampai derajat Ijtihad.

    Berikut ini saya akan huraikan beberapa Dalil tentang bermadzhab :

    1 - Allah Berfirman :


    فاسألوا أهل الذكر إن كنتم لا تعلمون

    Artinya : Hendaklah bertanya kepada orang mengetahui jika kamu tidak mengetahui.


    Penjelasan ayat : ayat ini menyuruh orang-orang yang tidak mengetahui sesuatu, yang mereka itu terdiri dari orang-orang awam, atau orang-orang yang tidak sampai derajat mujtahid agar menanyakan kepada orang alim atau orang yang telah sampai derajat Mujtahid, hal ini bermakna orang yang tidak sampai derajat mujtahid mesti mengikuti mana-mana madzhab yang di i`tiraf oleh ulama-ulama Ahlus Sunnah Wal Jama`ah.

    Siapa yang merasa tidak memiliki ilmu maka dia wajib bertaqlid kepada ulama, sebab Allah tidak mengatakan , jikalau kau tidak mengetahui maka hendaklah lihat didalam al-Qur`an dan Hadits, karena al-Qur`an dan al-Hadits memiliki pemahaman yang hanya ulama yang mujtahid saja yang memahaminya, sebab itulah Allah menyuruh untuk menanyakan kepada Ulama yang mujtahid dari arti dan pemahaman dari al-Qur`an dan al-Hadits.

    2 - Rasulullah SAW bersabda :

    عن عبد الله بن عمرو بن العاصي قال " سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول : إن الله لا يقبض العلم انتزاعا ينتزعه من العباد ولكن يقبض العلم بقبض العلماء حتى إذا لم يبق عالم اتخذ الناس رؤسا جهالا، فسئلوا فأفتوا بغير علم فضلوا وأضلوا. ( رواه البخاري و مسلم والترمذي وابن ماجه ولا أحمد والدارمي ).

    Artinya : Sesungguhnya Allah tidak mengambil ilmu dengan menariknya dari hati hamba-hambanya ( ulama ) akan tetapi mengambil ilmu dengan mencabut nyawa ulama, sehingga apabila tidak terdapat ulama, maka manusia akan menjadikan orang-orang bodoh ( menjadi pegangan mereka ), mereka bertanya hukum kepadanya, kemudian orang-orang bodoh itu berfatwa menjawab pertanyakkan mereka, jadilah mereka sesat dan menyesatkan pula.
    ( H.R Bukhari, Muslim , Tirmidzi , Ibnu Majah. Ahmad, ad-Darimi.

    Penjelasan hadits : Hadits ini menunjukkkan kepada kita semakin sedikitnya ulama pada masa sekarang, siapa yang mengatakan semangkin banyak maka dia telah menyalahi hadits Nabi yang shahih dan kenyataan yang ada, sebab Allah mencabut nyawa ulama, dan tidak ada pengganti yang dapat menandingi keilmuannnya, siapa yang dapat menandingi keilmuan Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi`I, Imam Ahmad pada zaman sekarang, tidak ada yang mampu, mereka wafat telah meninggalkan warisan yang besar sekali, yaitu ilmu dan madzhab mereka, jadi orang -orang awam mengambil warisan ilmu-ilmu mereka seolah-olah seperti bertanya lansung kepada Imam yang empat, dengan begitu jauhlah mereka dari kesesatan dan menyesatkan orang, tetapi orang yang bodoh yang tidak mau bermadzhab maka akan menanyakan permasalahannya kepada orang yang berlagak alim dan mujtahid tetapi bodoh, tolol dan memiliki sifat seperti orang yang tidak pintar, maka dia berfatwa menurut hawa nafsunya dan perutnya dalam memahami hadits dan lainnya, orang ini adalah sangat membahayakan umat islam, menyesatkan umat islam, mereka tidak sadar diri tentang kesesatan mereka dan berusaha untuk menyebarkan pemahaman mereka, ini lah cirri-ciri kebodohannya.

    Dari hadits ini juga kita perlu menanyakkan kenapa Rasul mengatakan ,
    " mereka bertanya kepada orang-orang bodoh",
    penyebab mereka mengambil ilmu kepada orang yang bodoh ialah karena orang alim sudah tiada lagi, padahal kitab-kitab hadits semangkin banyak dicetak, kitab-kitab ilmu semangkin menyebar dikalangan masyarakat, penulis melihat ada beberapa sebab :

    1 – Pentingnya ulama dalam menuntun pemahaman yang ada dari al-Qur`an dan al-Hadits, sehingga apabila ulama meninggal dunia, tiada lagi orang yang mampu mengajarkan pemahaman yang sebenarnya dari al-Qur`an dan Sunnah.

    2 – Sebab ketidakmauan orang-orang yang sesat mengikuti dari madzhab-madzhab yang telah tertulis dan dibukukan sehingga mereka lebih memilih orang yang berlagak lebih tahu dalam memahami al-Qur`an dan al-Hadits dari ulama-ulama yang dahulunya.

    3 – Kebodohan orang yang paling bodoh ialah yang tidak mengetahui dia bodoh, sehingga dia berfatwa walaupun dalam keadaan bodoh, tidak ingin melihat kembali apa kata ulama-ulama madzhab didalam kitab mereka.

    4 – Ini adalah tanda-tanda hari Qiamat yang mana madzhab bodoh lebih berkembang dan menyesatkan orang yang bermadzhabkan dengan empat madzhab.

    5 – Dari hadits diatas juga kita fahami bahwa pada zaman ini sangat sulit sekali kita dapati ulama yang sampai kedudukannya kepada ulama mujtahid, ini mesti kita sadari, kalau tidak kita sadari maka kemungkinan orang tersebut telah menyalahi hadits Rasul yang menceritakan tentang ilmu akan dicabut dari permukaan bumi ini dengan wafatnya ulama, pada abad pertama hijriyah puluhan orang bahkan ratusan orang sampai kepada derajat al-Hafizh dan mujtahid, demikian juga pada abad kedua, ketiga, keempat, tetapi setelah itu ulama-ulama semangkin berkurangan, terlebih-lebih lagi pada zaman kita sekarang, jadi apa yang dikatakan Rasul telah tejadi pada saat sekarang ini, kita boleh lihat betapa banyaknya orang yang memaku Alim dan berfatwa, padahal dia tidak memiliki standart dalam berfatwa, ini orang bermuka tebal seperti tembok China.


    3 - Rasulullah bersabda :

    لا تسبوا قريشا فإن عالمها يملأ الأرض علما
    Artinya : Janganlah kamu menghina orang-orang Qurasy karena seorang ulama dari kalangan bangsa Qurasy, ilmunya akan memenuhi penjuru bumi ini .


    ( H,R Baihaqi didalam al-Manaqib Syafi`i, Abu Naim didalam al-Hilyah, Musnad Abu Daud ath-Thayalisi ).

    Para ulama mentakwilkan maksud hadits tersebut kepada Imam Syafi`i al-Quraisyi yang telah menebarkan ilmu dan madzhabnya dibumi ini, diantara ulama yang telah mengungkapkan hal seperti itu ialah Imam Ahmad Bin Hanbal, Imam Abu Nuaim al-Ashbahani, Imam Baihaqi.

    Dan maksud ilmu pada hadits tersebut adalah madzhab dan pemahamannya terhadap al-Quran dan sunnah, sebab pemahaman terhadap al-Qur`an dan sunnah itulah disebut ilmu, ilmu itu adalah madzhab jika ilmu tersebut diikuti orang lain, dengan demikian madzhab adalah salah satu pemahaman al-Qur`an dan hadits yang diikuti oleh orang lain.

    Masih ada hadits-hadits yang menceritakan tetang bermadzhab, asalkan kita faham tentang apa yang dikatakan dengan madzhab, saya padakan sampai disini pembahasan yang pertama.


    Masalah kedua

    2 – Pendapat saudara yang mengatakan al-Qur`an dan Sunnah sudah cukup menjadi sumber hukum adalah ungkapan seorang yang Mujtahid, apabila sudah melengkapi syarat-syarat mujtahid, jika saudara berkata juga seperti itu bermakna saudara sudah menjadi mujtahid, dan sudah memiliki syarat-syarat ijtihad, tetapi jika tidak memenuhi syarat maka saya sarankan saudara mundur kebelakang, atau membeli cermin ( kaca ) agar dapat berkaca dan bercermin siapa diri anda, sampai mana keilmuan anda, jika cerminnya juga tidak mampu untuk menunjukkan hakikat diri anda sendiri dalam keilmuan, maka hendaklah bercermin dengan ulama-ulama ahlus sunnah wal jama`ah, karena cermin yang ada dirumah harganya murahan atau sudah pecah, jika tidak tergambar juga hakikat diri anda dihadapan orang lain, maka ingatlah syaithan telah memperdayakan anda, menjadi mujtahid berat dan memiliki syarat-syarat yang sulit.

    Rasul bersabda :


    رحم الله امرءا عرف قدره
    Artinya : Allah menyayangi seseorang yang mengetahui batas kemampuannya.


    Kalau anda sadar akan batas keilmuan dan kemampuan anda tentu anda akan mengikuti madzhab yang empat, tetapi sayang anda tidak melihat kelemahan dan kebodohan anda sendiri.

    Perlu anda ketahui jika anda belum sampai kepada tahap Mujtahid, jika ingin mengambil langsung dari al-Qur`an dan Sunnah, apakah anda telah mengahapal al-Qur`an keseluruhannya ?, atau paling sedikit ayat-ayat Ahkam, dan telah mengetahui dari ayat-ayat tersebut sebab-sebab turunnya ayat, apakah ayat tersebut tergolong Nasikh atau Mansukh, apakah ayat tersebut Muqayyad atau Muthalaq, atau ayat itu Mujmal atau Mubayyan, atau ayat tersebut `Am atau Khusus, kedudukan setiap kalimat didalam ayat dari segi Nahu dan `Irabnya, Balaghahnya, bayannya, dari segi penggunanaan kalimat Arab secara `Uruf dan dan hakikatnya, atau majaznya,

    Kemudian adakah terdapat didalam hadits yang mengkhususkan ayat tersebut, ini masih sebahagian yang perlu anda ketahui dari al-Qur`an, sementara didalam Hadits anda mesti menghapal seluruh hadits-hadits Ahkam, kemudian mengetahui sebab-sebab terjadinya hadits tersebut, mana yang mansukh dan mana yang Nasikh, mana yang Muqayyad dan mana yang Muthlaq, mana yang mujmal dan mubayyan, mana yang `Am dan Khas, dan mesti mengetahui bahasa arab dengan sedalam-dalamnya, agar tidak menyalahi Qaidah-Qaidah dalam bahasa, hal ini meliput dari Nahu, Balaghah, bayan, ilmu usul Lughah, dan juga mesti mengetahui fatwa-fatwa ulama yang terdahulu sehingga tidak mengeluarkan hukum yang menyalahi ijma` ulama, mengetahui shahih atau tidaknya hadits yang akan digunakan, hal ini meliputi dari pengetahuan tentang sanad, Jarah dan Ta`dil, Tarikh islami dan ilmu musthalah hadits secara umum dan mendalam, sebab tidak semua hadits shahih dapat dijadikan hujjah secara langsung, karena mungkin saja telah dimansukhkan, atau hadits tersebut umum dan adalagi hadits yang khusus , maka mesti mendahulukan yang khusus. Hal ini akan saya jelaskan insyaallah dalam pembahasan yang khusus.

    Pertanyaannya adalah sudahkan anda memiliki syarat yang telah kami sebutkankan, kalau sudah silahkan anda berijtihad sendiri, kalau belum jangan mempermalukan diri sendiri, kebodohan yang paling bodoh adalah tidak mengakui diri bodoh, sehingga tidak mau belajar dari kebodohannya.

    Masalah ketiga

    3 – Pendapat anda yang mengatakan bermadzhab itu suatu yang bid`ah Karena tidak terdapat pada zaman Rasul, penulis menyangka anda belum lagi memahami kata-kata Bid`ah dengan sesungguhnya, tapi saya akan buat insyaallah pembahasan ini secara khusus.

    Tetapi yang penting Madzhab memang tidak ada pada zaman Nabi karena para sahabat berada bersama nabi , jikalau ada permasalahan maka mereka akan menanyakan langsung kepada Nabi SAW, tetapi setelah Rasulullah meninggal dunia maka mulailah hidup madzhab-madzah dikalangan sahabat, sehingga masyhur dikalangan mereka ada madzhab Abu Bakar, madzhab Umar, Utsman, Ali, Abdullah Bin Umar, Sayyidah `Aiysah, Abu Hurairah, Abdullah Bin Mas`ud dan yang lainnya, demikian juga pada masa Tabi`in telah betumbuhan madzhab-madzhab ketika itu, seperti madzhab Az-Zuhri, Hasan al-Bashri, Salim Bin Abdallah, Urwah Bin Zubair, dan yang lainnya, sehingga Imam Abu Hanifah juga tergolong Tabi`in yang memiliki Madzhab yang diikuti, sementara Imam Malik tergolong Tabi`-Tabi`in yang memiliki banyak pengikut, maka jelaslah bahwa mengikuti madzhab yang ada dan diakui oleh ulama bukan hal yang bid`ah, jikalau hal tersebut bid`ah niscaya para sahabat ahli bid`ah.

    Masalah keempat

    4 – Larangan ulama Madzhab kepada murid-muridnya agar jangan mengikuti mereka adalah hal yang tidak benar, sebab seluruh perkataan ulama Madzhab telah dirobah oleh orang tertentu tentang pemahamannya, mari kita lihat sebahagian kata-kata Imam Syafi`i` dan kisah Imam Malik.

    A – Kisah Imam Malik berserta Khalifah Abu Ja`far al-Manshuri.

    Meriwayatkan Ibnu Abdul Barr dengan sanadnya kepada al-Waqidi, beliau berkata : Aku mendengar Malik Bin Anas berkata : " ketika Abu Ja`far al-Manshur melaksanakan hajji, beliau memanggilku, maka bertemu dan bercerita dengannya, beliau bertanya kepadaku dan aku menjawabnya, kemudian Abu Ja`far berkata :
    " Aku bermaksud untuk menulis kembali kitab yang telah kamu karang yaitu Muwaththa`, kemudian aku akan kirim keseluruh penjuru negeri islam, dan aku suruh mereka mengamalkan apa yang terkandung didalamnya, dan tidak mengamalkan yang lainnya. Dan meninggalkan semua ilmu-ilmu yang baru selain " Muwaththa`, karena Aku melihat sumber ilmu adalah riwayat ahli Madinah dan ilmu mereka, dan aku pun berkata : Wahai Amirul Mukminin, Janganlah kamu buat seperti itu, Karena orang-orang sudah memiliki pendapat sendiri, dan telah mendengarkan hadits Rasul, dan mereka telah meriwayatkan hadits-hadits yang ada, dan setiap kaum telah mengambil dan mengamalkan apa telah diamalkan pendahulunya, dari perbedaan pendapat para shahabat dan selain mereka, jika menolak apa yang mereka percayakan itu sangat berbahaya, biarlah mereka mengamalkan apa yang telah mereka amalkan dan mereka pilih untuk mereka, berkata Abu J`afar : Kalaulah engkau suruh aku untuk membuat seperti itu niscaya aku akan laksanakan.


    Dalam riwayat yang lain Imam Malik berkata :
    Wahai Amirul Mukminin Sesungguhnya para sahabat Rasulullah SAW telah berpencar diberbagai negeri, orang-orang telah mengikuti madzhab mereka, maka setiap golongan berpendapat mengikuti madzhab orang yang diikuti.
    ( al-Intiqa : 41 , Imam Darul Hijrah Malik Bin Anas : 78 ).

    Lihat bagaimana Imam Malik menjawab permintaan Khalifah Abu Ja`far, beliau tidak melarang orang-orang untuk bertaqlid pada Madzhab yang mereka akui, sebab pada masa itu madzhab fiqih sangat berkembang sekali, seperti di Iraq madzhab Imam Abu Hanifah, Di Syam berkembang Madzhab Imam Auza`i, di Mesir berkembang madzhab Imam Laits Ibnu Sa`ad, dan masih banyak lagi madzhab-madzhab yang berkembang saat itu, bahkan beliau menyarankan kepada Khalifah agar mereka dibenarkan untuk mengikuti madzhabnya masing-masing.


    B - Berkata Imam Syafi`i :
    المزني ناصر مذهبي
    Artinya : Al-Muzani itu adalah penolong ( dalam menyebarkan ) madzhabku


    ( Lihat Siyar `Alam an-nubala` li adz-Dzahabi : 12/493, Thabqatu Syafi`iyah al-Kubra Li as-Subki : 1/323, terbitan Dar kutub ilmiyah ).

    Dari perkataan Imam Syafi`i diatas sangat jelas sekali bahwa beliau tidak melarang seorangpun untuk mengikuti madzhabnya, bahkan beliau mengatakan kepada murid-muridnya bahwa al-Muzani adalah seorang penolong dan penyebar madzhab Syafi`i, kalau beliau melarang untuk mengikuti madzhabnya tentu beliau tidak mengatakan perkataan tersebut.


    Diriwayatkan Imam al-Khatib didalam karangannya " al-Faqih wa al-Mutafaqih ( 2 / 15 -19 ) " cerita yang sangat panjang sekali tentang Imam al-Muzani seorang pewaris ilmu Imam Syafi`i, didalam akhirnya beliau mengungkapkan perkataan al-Muzani :
    " Lihat kamulah apa yang kamu tulis dari pengajaranku, tuntutlah ilmu dari seorang yang Faqih, maka kamu akan menjadi Faqih ".


    Dari perkataan Imam al-Muzani menyuruh muridnya untuk melihat apa yang beliau sampaikan, beliau tidak menyuruh mereka untuk melihat kepada Hadits, karena hadits tidak boleh difahami dengan sebenarnya hukum yang terdapat didalamnya kecuali seorang yang Faqih, dan menyuruh mereka untuk menuntut ilmu kepada seorang yang Faqih bukan hanya mengetahui hadits semata, sebab puncak ilmu hadits adalah Fiqih, kalau bermadzhab itu dilarang tentu Imam al-Muzani akan melarang melihat pengajaranya, akan tetapi menyuruh mereka mengambil secara langsung hukum dari al-Qur`an.

    Penulis cukupi sampai disini saja dalam ungkapan ulama-ulama tentang mengikuti madzhab ulama Mijtahid..


    Masalah kelima

    5 – Perkataan Saudara yang mengatakan bermadzhab dengan madzhab tertentu berarti menolak Sunnah Rasulullah adalah perkataan yang tidak benar dan tidak berasas, sebab seluruh ulama Mujtahid sangat berpegang teguh dalam mengamalkan sunnah Nabi SAW, mereka telah menjadikan al-Hadits sebagai sumbur kedua setelah al-Qur`an, kedudukan al-Hadits sangat tinggi sekali dipandangan mereka.

    Sebahagian orang salah memahami perkataan Imam-imam Mujtahid seperti Imam Syafi`i, beliau berkata :

    إذا وجدتم حديث رسول الله صلى الله عليه وسلم على خلاف قولي فخذوا به ودعوا ما قلت

    Artinya : Apabila kamu dapati perkataanku menyalahi perkataan Rasulullah SAW maka tinggalkanlah perkataanku dan ambillah Hadits Rasul..


    Perlu kita ketahui pemahaman yang mengatakan Imam Syafi`i melarang mengikuti pendapatnya dari perkataan tersebut adalah pemahaman yang salah, dari ungkapan Imam Syafi`i memiliki pemahaman sebagai berikut .

    A – Kamu boleh mengikuti pendapatku selama pendapatku tidak bertentangan dengan Hadits Rasulullah.

    B – Perkataan ini menunjukkan betapa besarnya kedudukkan Hadits Nabi SAW dipandangan Imam Syafi`i.

    C – Karena begitu besarnya kedudukan Hadits dihadapan Imam Syafi`i sehingga beliau menjadikan al-Hadits adalah sumber kedua didalam madzhabnya, ini menunjukkan bahwa beliau tidak akan mungkin mendahulukan pendapatnya dari pada Hadits Rasul, kecuali apabila hadits tersebut tidak dianggap shahih dan memiliki beberapa sebab sehingga tidak boleh mengamalkannya, sebab tidak seluruh Hadits shahih boleh diamalkan, masalah ini insyaallah akan saya perincikan pada pembahasan yang khusus.

    D – Imam Syafi` hanya berpegang dengan hadits yang shahih menurut pandangannya, sebab beliau seorang ahli hadits yang masyhur, bukan hadits mansukh atau ijmak ulama tidak mengamalkannya, hadits yang memiliki permasalahan dan `illat.


    Masalah keenam

    6 – Adapun ungkapan saudara yang mengatakan pada zaman sekarang ini sebenarnya semangkin mudah untuk menjadi mujtahid disebabkan oleh banyaknya buku yang dicetak, berbeda dengan zaman dahulu, pendapat ini tidak benar, bahkan menyalahi kenyataan yang ada, coba kita lihat penyebab kenapa pada zaman ini sukar untuk menjumpai seorang mujtahid.

    A – Tidak seluruh kitab telah dicetak dan disajikan kepada kita, terbukti masih banyak lagi kitab ulama-ulama muslim yang tersebar dalam bentuk Makhthuthath ( Munuskrip ) di negeri Erofah, Mesir, Turki, Saudi Arabiyah, Pakistan, Hindia dan lain-lain.

    B – Banyaknya kitab-kitab hadits yang hilang dan tidak ditemui pada saat sekarang ini disebabkan berbagai kejadian, seperti pembakaran kitab-kitab pada masa Monggolia menyerang Baghdad dan membakar seluruh kitab-kitab Islam, penghancuran Negeri Islam di Andalusia, dan lain-lain , hal ini boleh kita ketahui jika kita mentakhrij hadits, dan ingin melihat dari sumber aslinya, tetapi tidak diketemukan.

    C – Pada zaman sekarang orang belajar ilmu menurut bidangnya masing-masing, pelajar yang di Kuliah Syari`ah tidak mempelajari ilmu musthalah hadits secara mendalam, pelajar Kuliah Usuluddin tidak mempelajari Usul Fiqih dan Fiqih secara mendalam, pelajar Lughah bahkan sangat sedikit sekali mempelajari bidang ilmu fiqih dan hadits, dari cara belajar seperti ini bagaimana menjadi mujtahid.

    D – Tidak adanya pada zaman sekarang orang dapat digelar al-Hafizh, ini membuktikan betapa buruknya prestasi kita dalam bidang hadits dibandingkan dengan zaman-zaman sebelum kita, bagaimana mau menjadi mujtahid hadits pun tidak hapal, kalaulah dalam ilmu hadits saja kita belum mampu menjadi al-Hafizh bagaimana pula ingin menjadi al-Mujtahid.

    e - Tetapi yang sangat lucunya yang ingin jadi mujtahid itu sekarang terdiri dari pelajar-pelajar kedoktoran,insinyur, mekanik, yang bukan belajar khusus tentang agama, kalau pelajar agama saja tidak sampai kepada mujtahid bagaimana lagi dengan pelajar yang bukan khusus mempelajari agama, kalau pun jadi mujtahid pasti mujtahid gadungan( penipuan ).

    Coba renungkan cerita Ibnu Taimiyah didalam kitabnya al-Muswaddah : 516, dan diungkapkan oleh muridnya Ibnu Qayyim, dari Imam Ahmad, ada seorang lelaki bertanya kepada Imam Ahmad, :
    Apabila seseorang telah menghapal hadits sebanyak seratus ribu hadits, apakah dia sudah dikira Faqih ? Imam Ahmad menjawab : Tidak dikira Faqih, berkata lelaki tersebut : " jika dia hapal dua ratus ribu hadits ? ", Imam Ahmad menjawab : " tidak disebut Faqih ", berkata lelaki tersebut : " jika dia telah menghapal tiga ratus ribu hadits ?", Imam Ahmad menjawab : " tidak juga dikira Faqih", berkata lelaki tersebut : " Jika dia telah menghapal empat ratus ribu hadits ?, Imam Ahmad menjawab : " Beliau mengisyaratkan dengan tangannya dan mengerakkannya, maksudnya, mungkin juga disebut Faqih berfatwa kepada orang dengan ijtihadnya.


    Cobalah renungkan dimana kedudukan kita dari Faqih dan al-Mujtahid, agar tahu kelemahan kita dan kebodohan kita.

    E – Memang ada kitab-kitab yang dapat membantu kita agar dapat berijtihad, tetapi yang jadi permasalahannya, apakah kita mampu benar-benar memahami apa yang kita baca, apakah yang kita fahami sesuai dengan pemahaman ulama-ulama pada masa salafussalihin, sebab membaca hadits dengan sendirian tanpa bimbingan seorang guru akan membawa kepada kesesatan, sebagaimana pesan ulama-ulama agar mengambil ilmu dari mulutnya ulama yang ahli.

    خذوا العلم من أفواه العلماء

    Artinya : Ambillah ilmu itu dari mulutnya para ulama.


    Berkata Imam Ibnu Wahab seorang murid Imam Malik yang alim dalam ilmu Hadits:

    الحديث مضلة إلا للعلماء

    Artinya : al-Hadits dapat menyesatkan seseorang ( yang membacanya ) kecuali bagi para ulama


    Berkata Imam Sufyan Bin Uyainah ( seorang ulama besar yang ahli dalam fiqih dan hadits guru Imam Syafi`i ) :

    الحديث مَضِلّة إلا للفقهاء

    Artinya : al-Hadits itu dapat menyesatkan seseorang kecuali bagi ulama yang faqih.
    ( al-Jami` li Ibni Abi Zaid al-Qairuwani : 118 )


    Masalah ketujuh

    7 – Apa yang saudara ungkapkan bahwa ulama mujtahid adalah manusia biasa yang mungkin saja salah dalam perbutan atau pemahaman adalah benar, tetapi sangat salah sekali jika saudara menyangka bahwa mereka yang berijtihad tidak boleh diikuti karena mereka manusia biasa, yang sangat jelasnya, mereka bukan nabi, dan juga bukan bertarap seperti anda, tidak ada seorang ulama yang hidup sekarang ini yang mampu menandingi ilmunya Imam Abu Hanifah, Imam Malik Bin Anas, Imam Syafi`i, Imam Ahmad.

    Berkata Imam adz-Dzahabi mengungkapkan didalam kitabnya at-Tadzkirah : 627-628 , diakhir ceritanya dari generasi muhaddits yang kesembilan diantara tahun 258 H - 282 H, beliau berkata :
    Wahai syeikh lemah lembutlah pada dirimu, senantiasalah bersikap adil, janganlah memandang mereka dengan penghinaan, jangan kamu menyangka muhaddits pada masa mereka itu sama dengan muhaddits pada masa kita ( maksudnya dari masa 673 H – 748 H ), sama sekali tidak sama, tidak ada seorangpun pembesar Muhaddits pada masa kita yang sampai kedudukkannya seperti mereka didalam keilmuan .



    Dari ungkapan Imam adz-Dzahabi diatas memberikan pengertian bahwa ilmu kita memang tidak setarap dengan para ulama-ulama mujtahid pada zaman dahulu, jadi jikalau mereka berijihad ternyata salah didalam maka mereka akan mendapat satu pahala dan tidak mendapat dosa, bagaimana dengan anda yang tidak sampai kepada derajat ijtihad kemudian berijtihad menurut kemampuan anda, maka kesalahan anda akan lebih banyak dibandingkan dengan ulama-ulama mujtahid yang terdahulu, dengan begitu seseorang yang memang sudah sampai kepada derajat mujtahid, apabila benar ijtihadnya maka akan mendapatkan dua pahala, jika salah dalam berijtihad maka mendapat satu pahala saja, tetapi jika anda yang belum sampai kepada tahap mujtahid berijtihad dan tersalah dalam ijtihadnya maka anda akan mendapatkan dosa, karena berijtihad dengan kebodohan.


    Masalah kedelapan

    8 – Adapun ungkapan anda tentang hadits yang Shahih wajib diamalkan secara langsung adalah salah satu kesalahan, sebab tidak semua hadits yang shahih dapat diamalkan secara lansung, karena mungkin saja hadits tersebut memiliki `illat yang sangat samar sekali, kemungkinan hadits shahih tersebut dimansukhkan, atau haditsnya muthlaq kemudian dimuqayyadkan dan lain-lain, Penulis ( insyaallah ) akan membahas permasalahan ini secara khusus .

    Diposkan oleh Muhammad Husni Ginting di 02:05

    Jumat, 15 Mei 2009

    Sumber : Http://Allangkati.Blogspot.Com